Layanan

Layanan Kami

Berita

Berita Kami

PMI Kota Tegal Bentuk 27 Paguyuban Donor Darah di Kelurahan se Kota Tegal

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tegal membentuk sebanyak 27 paguyuban donor darah yang tersebar di seluruh kelurahan se-Kota Tegal. Pembentukan paguyuban ini bertujuan untuk memperkuat ketersediaan stok darah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin dan sukarela.

Paguyuban donor darah tersebut akan difasilitasi melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) di masing-masing kelurahan. Selain itu, beberapa kelurahan di Kota Tegal sebelumnya telah memiliki paguyuban donor darah yang aktif dan rutin menggelar kegiatan donor darah bagi masyarakat.

Wakil Ketua PMI Kota Tegal, Zainal Abidin, menyampaikan bahwa pembentukan paguyuban donor darah menjadi langkah strategis untuk menghimpun masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya secara sukarela dan berkelanjutan.

“Melalui paguyuban ini, pengurus PMI Kota Tegal dapat bersama-sama masyarakat menggerakkan kegiatan donor darah. Harapannya, kebutuhan darah di Kota Tegal dapat terpenuhi dengan baik dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan paguyuban donor darah di tingkat kelurahan akan memudahkan koordinasi, pendataan pendonor, serta pelaksanaan kegiatan donor darah secara rutin. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan darah dapat terlayani dengan cepat. PMI Kota Tegal juga memberikan apresiasi kepada kelurahan-kelurahan yang telah lebih dulu membentuk paguyuban donor darah dan secara konsisten melaksanakan kegiatan donor darah. Hal tersebut menunjukkan tingginya kepedulian sosial masyarakat terhadap sesama.

“Kami sangat mengapresiasi kelurahan yang sudah memiliki paguyuban donor darah dan secara rutin menggelar donor, Ini menjadi contoh baik bagi kelurahan lain,” tambahnya.

Zainal berharap seluruh ketua LPMK di Kota Tegal dapat berperan aktif dalam membentuk dan menggerakkan paguyuban donor darah di wilayahnya masing-masing. Ia menekankan bahwa kegiatan donor darah ini bersifat sukarela dan bertujuan untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap para ketua LPMK dapat mendorong terbentuknya paguyuban donor darah yang aktif, sukarela, dan mampu melayani masyarakat secara optimal,” pungkasnya.

Setelah pembentukan tersebut dilanjutkan materi tentang sosialisasi donor darah yang disampaikan Kepala UDD PMI Kota Tegal dr Prima Astiawanti dipandu Kepala Markas PMI Kota Tegal Djoko Trihadmojo.(Komunikasi PMI Kota Tegal)

Pemkot Tegal, PMI Kota Tegal dan BPBD Gerak Cepat Bantu Rumah Warga Yang Roboh Akibat Cuaca Ekstrim

MENINJAU-Sekda Kota Tegal yang juga Ketua PMI drg Agus Dwi Sulistyantono didampingi Kepala BPBD Mabrur, Pengurus PMI Bidang Bencana Budi Saptaji, Ari Budi Wibowo, Camat Tegal Selatan Budi Santoso dan Lurah Rabdugunting Zudiar meninjau rumah roboh di di Jalan Cendrawasih Lontrong 4B Rt 02/05 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/11) pukul 09.40 wib.

Pemerintah Kota Tegal melakukan gerak cepat setelah mendapatkan informasi adanya rumah warga yang berada di Jalan Cendrawasih Lontrong 4B Rt 02/05 Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, Kamis (4/11) pukul 09.40 wib, roboh yang disebabkan cuaca ekstrim. Rumah roboh tersebut disebabkan hujan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang. Dan
konstruksi bangunan yang sudah lapuk.

Tinjauan dilakukan langsung Sekda Kota Tegal yang juga Ketua PMI drg Agus Dwi Sulistyantono didampingi Kepala BPBD Mabrur, Pengurus PMI Bidang Bencana Budi Saptaji, Ari Budi Wibowo, Camat Tegal Selatan Budi Santoso dan Lurah Rabdugunting Zudiar.

Kejadian berawal saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah KotaTegal. Dan dampak dari hujan tersebut pada sekitar Pukul 07.00 WIB atap rumah warga  Firman Pradana, 34, roboh.

“Atap rumah roboh sekitar pukul 05.00 Wib, dini hari,” kata Firman.

Setelah mendapatkan laporan tersebut sekitar Pukul 09.38 WIB tim langsung ke rumah roboh warga Kelurahan Randugunting. Asesmen dilakukan Petugas BPBD dan PMI Kota Tegal. Penyebab robohnya bangunan tersebut, karena konstruksi bangunan yang sudah lapuk karena usia bangunan. Sehingga mengakibatkan bagian atap rumah roboh dan mengalami kerusakan dengan luas

“Warga yang terdampak rumah roboh tidak mengungsi. Karena masih ada bagian ruangan untuk dihuni,” kata Kalak BPBD Kota Tegal Mabrur.

Dari kejadian tersebut, Sekda Kota Tegal drg Agus Dwi Sulistyantono menyampaikan tidak ada korban jiwa karena penghuni rumah tidak berada dirumah tersebut. Setelah mendapatkan laporan tersebut, semua langsung bergerak BPBD, PMI dan Dinas Sosial. Semua akan bersama-sama untuk memberikan dukungan yang bisa dilakukan untuk perbaikan rumah.

“Insya Allah dapat segera diatasi, dan dapat segera diperbaiki,” ujar Agus.

Selain tinjauan, juga diserahkan bantuan sementara berupa Terpal 1 lembar,
bahan material Kayu Usuk 20 batang, Kayu Blandar 3 batang, Kayu Reng 2 iket, Genteng 500 buah, Kasur darurat 3 lembar
Paket Hygiene KIT 2.(humas)